MURAI BATU
Murai Batu Burung ini memiliki nama latin yaitu Copsychus Malabaricus dengan nama lain Kucica Hutan. Ciri khas burung ini ada pada kicauannya yang sangat merdu untuk didengarkan. Namun dibalik itu semua, burung ini tidak bisa dianggap remeh karena jiwa petarungnya yang tinggi terutama dalam mempertahankan teritori wilayahnya. Ketika mendengar kicauan dari burung lain, ia akan langsung mendatanginya untuk bertempur dengan cara membusungkan dadanya sehingga terlihat gagah di hadapan musuhnya. Walau terlihat garang, burung ini termasuk yang mudah untuk dijinakan dan penurut yang membuatnya banyak diburu orang untuk dipelihara. Bulu burung ini terdiri atas tiga warna dengan dominasi warna hitam dan umumnya dipadukan dengan warna merah dan jingga. Murai batu banyak ditemui di Pulau Sumatera dan beberapa daerah Jawa sampai Kalimantan bagian utara namun jumlahnya tidak sebanyak di Sumatera. Bahkan untuk menemukannya di Pulau Jawa termasuk sulit dan terbatas, hanya di daerah Taman Nasional Meru Betiri dan Taman Nasional Ujung Kulon yang mengembangbiakannya. Burung ini hidup di daerah hutan sekunder dengan ciri-ciri fisik yang berbeda dari tiap jenisnya. Untuk ukuran tubuhnya bervariasi dan yang paling unik adalah ekornya yang terbilang panjang untuk ukuran burung yang badannya tidak terlalu besar. Murai Batu Medan merupakan jenis burung Murai Batu yang memiliki panjang ekor mencapai 27-30 cm.Harga murai batu memulai 200.000 hingga jutaan




Komentar
Posting Komentar